KILAS DAERAH
(Kompas) - Tersangka kasus korupsi dana otonomi khusus 2005-2007 Kabupaten Boven Digoel, Papua, JT, Rabu (28/4) siang, dibawa ke Kota Jayapura untuk disidik dan ditahan di Markas Kepolisian Daerah Papua. Ia disangka melakukan tindak pidana korupsi pengadaan fiktif alat bor dan tongkang yang merugikan negara sekitar Rp 3,5 miliar. ”Tersangka JT telah kami tangkap sejak menjadi buron awal Maret 2010,” ucap Komisaris M Yusuf, penyidik Satuan III Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Polda Papua, Rabu di Jayapura. Pernyataan ini ditegaskannya saat menjadi narasumber diskusi ”Adakah Markus di Papua?” yang diadakan Papua Corruption Watch. Seperti diberitakan, JT, Kepala Dinas Pertambangan Kabupaten Boven Digoel, ditangkap pada Selasa sekitar pukul 13.00 setelah menjadi buron polisi selama 56 hari. Ia ditangkap tim Polda Papua, Polres Boven Digoel, dan Polres Merauke di rumahnya di Merauke. M Yusuf mengatakan, Polda Papua juga telah menangkap dua tersangka lain, SD dan LB, dalam kasus yang sama. LB ditangkap dan ditahan sejak dua bulan lalu. Adapun tersangka SD masih dibantarkan karena sakit.
Thursday, April 29, 2010
Tersangka Korupsi Dibawa ke Polda Papua
4/29/2010 05:41:00 PM
Elsham News Service
Related Posts / Artikel Terkait :
Berita Daerah
- Mendambakan “Surga Kecil”, Tanah Papua
- Kondisi Kesehatan Bram Makin Membaik
- RAPBD Papua Barat Ditetapkan
- Pengiriman Bantuan ke Wasior Terkendala Transportasi Kapal
- Warga Sempat Blokade Jalan di Lokasi Freeport
- Wapres Pimpin Rapat 22 Menteri
- Hess akan melakukan pengeboran di Blok Semai
- Mendagri: Segera serahkan APBA 2011
- DPRD Papua Barat Siapkan Dana Tambahan
- Era Otsus, Bidang Kesehatan di Papua Bagai “Lompat”
- Berbagai Tarian Tradisional Siap Ramaikan FDS
- DPD Dukung Papua Tengah Jadi Provinsi
- Imigrasi Papua tahan dua wartawan Prancis
- Imigrasi Papua tahan dua wartawan Prancis
- Ribuan Warga Demo Dukung Syarat Khusus Orang Asli Papua
- Ribuan Warga Demo Dukung Syarat Khusus Orang Asli Papua
- Spesies Baru di Mamberamo-Foja
- 2010, Ilmuwan Teliti Sejarah Es Puncak Jaya
- Satu dari Delapan DPO OPM Tewas Tertembak
- Anggota OPM Ditembak di Puncak Jaya
- Katak "Pinokio" Spesies Baru dari Papua
- Aparat Keamanan Tembak Mati Anggota OPM
- Bantuan Menkokesara Diportes Warga Papua
- Anggaran PNPM 2010 Sebesar Rp12 Triliun
- Penghuni Lapas Abepura Ancam Demo Menkumham
Papua Autonomy
- Pemerintah siapkan peraturan presiden soal percepatan Papua
- Indonesia: ‘Nothing controversial’ in leaked West Papua report
- Anatomy of an Occupation: Indonesian Military in West Papua
- Aceh serves as model for Papua
- Kapan Pemerintah Mau Dialog Soal Papua?
- Horizontal-Vertikal Bersamaan
- The case for West Papuan self–determination
- Dialogue and Demilitarization Needed in Papua: Imparsial
- Jangan Anggap Remeh Gerakan Intelektual Papua Barat
- Penyelesaian Konflik Papua dengan Dialog
- Ekonomi Bisnis Finansial Pemerintah Kaji Format Penataan Papua
- Polisi Kirim Densus 88 ke Papua
- RI Berusaha Minimalisir Dampak Demo Papua
- Soal Papua, Pemerintah Harus Cantik Berdiplomasi
- Mendambakan “Surga Kecil”, Tanah Papua
- Isu Kesejahteraan Picu Kekerasan Papua
- Papuans demand more attention
- Pay serious attention to Papua, govt told
- Dialog, Satu-satunya Solusi Masalah Papua
- Empat Sekolah, Hanya Ada 2 Guru
- KRI Teluk Parigi-539 Angkut Pasukan Marinir ke Marauke
- KRI Teluk Parigi-539 Angkut Marinir ke Biak
- Gelar UN, Biak Alokasikan Rp 2,1 Miliar
- Di Jayawijaya, Dua Sekolah Tak Ikut UN
Korupsi
- Atasi Rusuh Papua, Ini Strategi Lemhanas
- Anggaran Otsus Papua Tersedot Birokrasi
- KPK Usut Proyek Trans Papua Barat
- 44 Anggota DPR Papua Barat Tersangka Korupsi
- DAP Desak Koruptor Dana Otsus Ditangkap
- Putusan Janggal Dilaporkan ke Satgas
- 56 Hari Buron, Pejabat Boven Digoel Ditangkap
- Papua Berpotensi Besar Pecah 10 Tahun Mendatang
- Satgas Diminta Pantau Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS
- Protes Penahanan Bupati, Warga Papua Datangi KPK
- KEJATI PAPUA SIAP PANGGIL KETUA DPRP
- Penahanan Ahmad Hatari Tunggu Waktu
- Kejagung Segera Tahan Dua Petinggi Kejaksaan yang Korupsi