Friday, August 12, 2011

Festival Lembah Baliem, Seru!

JAKARTA, KOMPAS.com — Festival Budaya Lembah Baliem 2011 akan berlangsung di Desa Mosilimo, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, 8-11 Agustus 2011.

"Sejak tahun 2006, Kembudpar melakukan pendukungan publikasi dan promosi. Padahal, usia festival ini sudah 22 tahun," kata Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kembudpar M Faried di Jakarta, Jumat (5/8/2011).

Faried menuturkan, kaitan promosi festival ini adalah pengembangan pariwisata sebagai upaya mengeluarkan wisatawan asing dan domestik ke luar dari Pulau Jawa dan Pulau Bali. Penyebaran wisatawan di Indonesia memang tidak merata. Wisatawan dominan berada di Pulau Jawa dan Pulau Bali.

Faried menjelaskan, dalam festival tersebut, terdapat beragam aktivitas yang berciri khas masyarakat Lembah Baliem. Hal itu, misalnya, penduduk yang sehari-hari beraktivitas menggunakan tombak, panah, dan tongkat.

"Dari media itu muncul beberapa bentuk permainan, pengunjung dapat berinteraksi dan bermain dengan beberapa permainan tersebut, seperti melempar tombak ke sasaran. Wisatawan tahun-tahun lalu senang sekali dengan permainan ini," kata Faried.

Sementara itu, Kasubdit Promosi Tujuan Wisata Wilayah Lima Diah Widiati menuturkan obyek-obyek wisata lainnya di Lembah Baliem.

"Di sana ada sumur dengan air yang rasanya asin. Lalu, ada kawasan berpasir, tapi pasir putih seperti pantai. Apakah daerah ini dulunya lautan atau bagaimana. Ada juga mumi kepala suku beratus tahun," ungkap Diah. Belum lagi, lanjutnya, aneka flora dan fauna yang ada di kawasan itu.

"Kalau berkemah di hutan itu bagus banget. Bisa lihat anggrek hutan cakep-cakep," katanya.

Berkemah di hutan salah satu kegiatan yang digemari wisatawan asing. Memang, festival tersebut masih didominasi kunjungan wisman dibandingkan wisatawan domestik. Kendala harga yang mahal masih menjadi alasan wisatawan domestik untuk berkunjung.

"Travel agent ada yang jual paket wisata selama festival seharga 6.500 dollar AS untuk 10 hari. Kalau wisatawan asing mau-mau saja. Walaupun dalam paket, tinggalnya di kemah tengah hutan karena akomodasi yang kurang. Kalau wisatawan domestik belum tentu mau dengan harga semahal itu," tutur Diah.

Oleh karena itu, kata Diah, segmen pasar untuk festival ini adalah wisata minat khusus. Beberapa pasar wisata bagi Indonesia menyukai wisata minat khusus semacam Festival Lembah Baliem. Misalnya Belanda, Australia, dan Amerika Serikat. Pihaknya berharap wisatawan domestik mulai melirik Festival Lembah Baliem sebagai tujuan wisata.

Sumber; http://travel.kompas.com