Tuesday, August 9, 2011

Wartawan Asing Bebas Liput Papua

INILAH.COM, Jakarta - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa membantah persepsi internasional bahwa Indonesia membatasi wartawan asing berkunjung ke Papua dan mengendalikan hasil liputan.

“Saya termasuk yang mempromosikan transaparansi dan keterbukaan. Silahkan ajukan permintaan dan saya yakin tidak akan ada hambatan. Dan silahkan menulis apa fakta yang anda temukan,” kata Menlu dalam forum Jakarta Foreign Correspondent Club (JFCC) di Hotel Intercontinental, Jakarta, Jumat (5/8).

Menlu memberi data dari 27 wartawan asing yang meminta visa liputan ke Papua, hanya satu orang yang masih ditunda atau pending. Itupun, dalam waktu segera diluluskan.

Wartawan asing yang meliput Papua itu juga terdiri dari berbagai kebangsaan. Seperti Filipina, Jepang, Inggris, Jerman, Finlandia dan Amerika Serikat (AS).

Menlu hanya mengingatkan, yang hendak dicegah pemerintah RI, jangan sampai wartawan asing yang meliput di Papua dicederai pihak-pihak yang ingin mendiskreditkan Indonesia di masyarakat internasional.

Menurut Marty, masalah cederanya wartawan asing di sebuah negara, termasuk hal yang sangat sensitif. Justru karena itu, ia ingin menjamin keamanan setiap wartawan asing yang masuk ke wilayah seperti Papua.

“Adanya daerah yang tidak aman, tak hanya di Indonesia. Namun saya tetap minta kawan-kawan di pemerintahan, begitu ada visa untuk wartawan asing, mereka harus langsung merespons,” papar Menlu. [vin]


Sumber; http://www.inilah.com