Tuesday, August 2, 2011

Menlu Yakin Inggris Tolak Papua Barat Merdeka

JAKARTA—Pemerintah Indonesia tidak bereaksi berlebihan menyikapi pemberitaan mengenai digelarnya Konferensi Internasional Lawyer for West Papua (ILWP) di Universitas Oxford, London pada Selasa (2/8). Konferensi yang terdiri dari puluhan pengacara internasional ini menuntut kemerdekaan Papua Barat.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengaku sudah mendapat kabar mengenai ILWP tersebut. Namun, katanya, yang mengikuti konferensi hanya beberapa orang saja dan dipastikan tidak akan berpengaruh pada kondisi dalam negeri.

‘’Orang ini memang selalu berupaya terus menghidupkan masalah Papua di Inggris. Orang-orangnya itu-itu juga. Saya kan dulu pernah di Inggris sebagai duta besar, jadi saya tahu siapa orang-orangnya,’’ kata Marty di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/8).

Marty mengatakan, selama ini upaya-upaya untuk memecah NKRI tidak memperoleh dukungan dari masyarakat internasional terutama masyarakat Inggris tempat ILWP digelar.

‘’Pemerintah Inggris senantiasa menggarisbawahi dan menekankan bahwa mereka mendukung NKRI, mendukung kebijakan otonomi khusus di Papua. Jadi konteksnya begitu,’’ kata Marty.

Meskipun menilai tidak khawatir dengan tindakan ILWP, namun untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, pemerintah Indonesia tetap intens melakukan komunikasi dan sosialisasi kepada negara-negara sahabat tentang kebijakan nasional.

‘’Kita menjelaskan, memberi informasi kepada negara-negara sahabat mengenai kebijakan-kebijakan kita secara nasional, termasuk di Papua. Tapi tidak akan justru mengangkat profil dari forum seperti ini,’’ jelasnya.(afz/jpnn)

Sumber; http://www.jpnn.com